Wednesday, May 7, 2025

 

                                                PANTAI AIR PANAS TAWA

 

Deskripsi umum: Wisata Pantai air panas tawa berada di Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Lokasinya berjarak sekitar 45 menit dari Pelabuhan Babang. Pantai air panas ini sangat unik salah satu aktraksi di pantai air panas ini adalah merebus telur di sela-sela bebatuan dan Berenang sambil bermain air di pantai Pantai air panas tawa juga memiliki cerita legenda yang menarik, ceritanya hampir sama dengar cerita Danau tolire di Ternate (Damarjati , 2019)

 Pantai air panas tawa diberikan nama grazelia yang artinya “anugrah”alasan dari nama grascilia karena  pada bapak saat membuat surat ijin untuk membanggun sebuat tempat wisata bapak “yesaskar madifo” kebingungan saat ditanyakan nama tempat wisata tersebut akan di berikan nama apa dan pada saat itu bapak yesaskar memberikan nama cucunya dan kenapa sekarang disebut dengan pantai air panas tawa karena letak destinasinya ada di desa tawa. Wisata pantai air panas ini di kelolah pada tahun 2007, dan sampai saat ini pantai air panas masi milik pribadi.

Menurut cerita dari pak yesaskar  pengelola  dari pantai air panas tawa, dulunya air panas tawa tidaklah panas, sebelum dikutuk, karena seorang raja yang baru selesai dari salah satu acara warganya yang melakukan perkawinan dan diacarah tersebut harus ada minum-minum salah satu adat pada jaman itu, saat raja pulang dari tempat tersebut dengan keadaan sedang mabuk, raja tidak sadar lalu meniduri putri bungsunya dan melakukan hal terlarang tersebut, Kemudian terjadilah sebuah kutukan pulau yang raja tempati tengelam.

Pulau yang berada di tengah-tengah pantai air panas tawa adalah pulau yang dikutuk lalu tengelam, pulau itu Bernama “gam jaha” yang artinya kampung yang tengelam, pulau itu dulunya tersambung sebelum di kutuk, pada saat kejadian putri dari raja lari ke tanjung dan menjadi batu, batu tersebut dinamakan boki rani yang artinya putri rani.

Uniknya juga pantai air panas tawa, dibagian ujung yang ada bebatuannya di beri nama pado-pado. ternyata air panasnya itu bisa mengobati penyakit seperti struk dan ada ritual atau proses yang harus di lakukan saat berobat mereka melempar uang logam 1 sen yang sudah di beri doa.

 Untuk nilai budaya yang ada di pantai grascilia atau sering di sebut pantai air panas tawa dari nilai budayanya sendiri sejauh ini belum ada tetapi disana hanya ada  adat atau budaya dari wisata  tersebut yaitu masi terjaga pakaiannya dan juga orang-orang yang datang kesana harus suci dan bersih dari hal-hal kotor

Untuk potensi berkelanjutan di pantai air panas tawa/ grascilia ini kata bapak yesaskar iya ingin membangun bak untuk terapi bagi yang memiliki penyakit karena menurut dari pak yesaskar ada beberapa warga memiliki penyakit seperti  struk   mereka ke pantai grascilia lalu berendam di air panas tersebut alhamdulillah mereka sembuh, jadi pak yesaskar sendiri ingin membangun bak terapi dan juga iya ingin membangun vila-vila kecil di seputaran destinasi




          Gambar pantai air panas tawa atau  grazelia

 

 

Talaga Nusa: Wisata telaga nusa, Telaga ini berlokasi di Jl. Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Untuk mencapai lokasi, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari Kota Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan. Perjalanan dari Labuha ke Desa Wayamiga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1-2 jam, tergantung pada kondisi jalan dan moda transportasi yang digunakan. Tempat ini juga menawarkan pemandangan alam yang inda dan sejuk, cocok untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam dan melihat gunung suanggi yang berhadapan langsung dengat wisata ini.  

menurut cerita dari “ibu juhria” warga setempat beliau menceritakan bahwa dulunya Talaga  nusa adalah kebun milik warga sekitar, kemudian ada warga dari sayoang  sedang menebang kayu di bagian gunung yang sekarang disebut gunung suanggi  mereka menebang pohon dan  pohon tersebut di buang di Tengah-tengah mata air kali atau Sungai sehingga mata air tersebut suda tidak bisa mengalir seperti biasa dan terjadilah penumpukan air yang terbentuklah  Talaga  sebelum terjadi  kerusuhan pertama di  2001 itu belum jadi telaga masih jadi kebun warga. telaga nusa itu kebun dari warga sayowan jadi telaga itu juga merupakan sala satu Lokasi yang termasuk dengan pak  pendeta  sehingga pak pendeta sendiri membangun rumah di dekat Lokasi tersebut dan akhirnya iya berpiikiran untuk membangun sebuah wisata Talaga yang merupakan  milik pribadi.

 

Dari nilai budaya, bagi masyarakat wayamiga, telaga ini adalah bagian dari identitas mereka. Cerita turun-temurun atau legenda lokal tentang asal-usul telaga juga menjadi bagian dari warisan budaya lisan yang memperkuat ikatan komunitas terhadap tempat ini.

 



                             

 

KALI SWIS: Kali Swis Terletak Di Desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. menurut cerita dari pemilik lahan tempat wisata kali swis Pak “Dedi Rawan “menggatakan awalnya kali swis hanya sebuah aliran Sungai yang terletak di daerah pedesaan dan mulai di kenal luas sejak bulan September Tahun 2024. Nama dari “Kali Swis” diberikan oleh pengunjung dari luar daerah karena pemandangan alam di sekitar kali ini sangat indah, menyerupai suasana di Swis, swis itu pemandangan disekitar kali seperti rumput pepohonan  jadi di namakan swis.

Awalnya, Kali ini hanya di kunjungi oleh satu dua orang saja. Namun  setelah viral dimedia sosial, tempat ini mulai ramai didatangi pengunjung, terutama pada malam minggu dam malam tahun baru. Banyak orang datang untuk berkemah sambil menikmati sejuknya dibawah pepohonan.

Pemilik lahan dan masyarakat  sekitar awalnya tidak menyangka  bahwa kali swis bisa mejadi sepopuler ini. Lahan disekitar kali mulai dimiliki sejak tahun 2022, tetapi baru menjadi perhatian public setelah viral dua tahun kemudian.

Melihat potensi tersebut, para penggelolah dan pemilik lahan mulai berencana untuk mengembangkan kali swis menjadi destinasi wisata yang lebih teratur. Rencana pengembanganyan antara lain: seperti menambah spot foto yang menarik, menambah wahana pernainan, menyiapkan fasilitas keamanan karena khawatir akan banjir, membangun jembatan sebagai akses tambahan, pengelolah juga sedang mempertimbangkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembanggunanan dan pengelolaan wisata ini agar bisa memberikan manfaat lebih besar bagi Masyarakat sekitar

 

 

 

 

 

ZERO POINT Taman ini terletak di pulau bacan, Halmahera Selatan, profinsi maluku utara Taman zero point di pulau bacan, labuha merupakan sebuah taman yang menjadi bagian dari program pembanggunan labuha sebagai kota cerdas atau smart city.

Zero point “Titik Nol” yaitu titik dari pusat kota pulau bacan, sementara soal ikon tugu Burung Bidadari, sebelum di pilih burung bidadari sebagai ikon ada beberapa hewan yang di pilih salah satunya yakis kenapa yakin tidak di pilih ya karna yakis memiliki sifat tamak, karna itulah kenapa tidak cocok buat di jadikan ikon.

Kemudian ada seorang yang Bernama alfared russel Wallace saat melakukan penelitian di bacan iya menemukan semioptera wallacii atau yang di kenal dengan nama burung bidadari. Ini tercantum dalam buku berjudul The Malay A rchipelago yang berisi tentang rangkuman perjalanan Alfred Russel Wallace di Nusantara pada tahun 1854 hingga 1862.

Jadi dengan menjadikan Burung bidadari sebagai ikon Zero Point, dengan ini kita telah membuka jalur pariwisata Sejarah dan pariwisata penilitian flora dan fauna di kota bacan.

Makna dari burung bidadari secara umum melambangkan keindahan alam dan keunikan satwa endemik maluku utara, keberadaannya yang Langkah, budaya, keberhasilan.



 

BENTENG BARNAVELD  Terletak di desa labuha, kecamatan labuha, kota bacan. Benteng berbentuk segi empat, di lengkapi dengan tembok pertahanan ini ditempatkan masing- masing sebuah bastion. Selain bastion, di bangun pula pintu gerbang yang berbentuk melengkung, benteng di perluas dan di lengkapi sebuah sumur dan sebuah dangga dari batu.

Pada tahun 1558 bangsa pprtugis datang dan bermukim di labuha, mereka mendirikan sebuah benteng kecil. Tidak lama bentn g ini di bangun, bangsa spanyol datang berdagang di benteng ini ali-ali berdagang benteng ini di reput oleh bangsa spanyol dari portugis. Tahun 1609 laksamana muda Simon Hoen bersama dengan sultan menuntut ke pada bangsa spanyol agar benteng ini di serahkan kepada mereka. Tuntutan mereka ini tidak menunggu waktu lama untuk di penuhi, benteng  tersebut kemudian di renofasi dan diperkuat  atas gagasan Hoen Lousi Schot dan jan dirkjzooh. Empat bastion kemudian dibanggun dan menamai benteng ini Barnavel. Ketika dikuasai Belanda benteng ini di pugar menggunakan batu dan kapur. Ditenggah -tengah  benteng di banggun sebuah rumah yang kokoh dan atap dari rumput kering dan rungan bawah tanah dengan dindik setebal satu kaki.s

Di sekitar benteng di temukan batu parasasti  besar dengan tulisan  latin dan di bagian kanan  batu parasasti terdapat tanda keluarga Pieter Both gubernur jendral pertama voc. Untuk kegunaan sumurnya untuk msyarakat Ketika berhianat oada Belanda di masukan kedalam sumur.

 

 

 

 


Refleksi tim 


                                                                  Daftar Pustaka:

Damarjati , D. (2019, Maret Jumat). Pantai di Desa Tawa Berair Panas. pp. 1-6. diakses dari https://news.detik.com/berita/d-4489598/pantai-di-desa-tawa-berair-panas-kok-bisa