PANTAI AIR PANAS TAWA
Deskripsi umum: Wisata Pantai air panas tawa berada di Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Lokasinya berjarak sekitar 45 menit dari Pelabuhan Babang. Pantai air panas ini sangat unik salah satu aktraksi di pantai air panas ini adalah merebus telur di sela-sela bebatuan dan Berenang sambil bermain air di pantai Pantai air panas tawa juga memiliki cerita legenda yang menarik, ceritanya hampir sama dengar cerita Danau tolire di Ternate (Damarjati , 2019)
Pantai air panas tawa diberikan nama grazelia
yang artinya “anugrah”alasan dari nama grascilia karena pada bapak saat membuat surat
ijin untuk membanggun sebuat tempat wisata bapak “yesaskar madifo”
kebingungan saat ditanyakan nama tempat wisata tersebut akan di berikan nama
apa dan pada saat itu bapak yesaskar memberikan nama cucunya dan kenapa
sekarang disebut dengan pantai air panas tawa karena letak destinasinya ada di
desa tawa. Wisata pantai air panas ini di kelolah pada tahun 2007, dan sampai
saat ini pantai air panas masi milik pribadi.
Menurut
cerita dari pak yesaskar pengelola dari pantai air panas tawa, dulunya air panas
tawa tidaklah panas, sebelum dikutuk, karena seorang raja yang baru selesai
dari salah satu acara warganya yang melakukan perkawinan dan diacarah tersebut
harus ada minum-minum salah satu adat pada jaman itu, saat raja pulang dari
tempat tersebut dengan keadaan sedang mabuk, raja tidak sadar lalu meniduri
putri bungsunya dan melakukan hal terlarang tersebut, Kemudian terjadilah sebuah
kutukan pulau yang raja tempati tengelam.
Pulau
yang berada di tengah-tengah pantai air panas tawa adalah pulau yang dikutuk lalu
tengelam, pulau itu Bernama “gam jaha” yang artinya kampung yang tengelam, pulau
itu dulunya tersambung sebelum di kutuk, pada saat kejadian putri dari raja
lari ke tanjung dan menjadi batu, batu tersebut dinamakan boki rani yang
artinya putri rani.
Uniknya
juga pantai air panas tawa, dibagian ujung yang ada bebatuannya di beri nama
pado-pado. ternyata air panasnya itu bisa mengobati penyakit seperti struk dan
ada ritual atau proses yang harus di lakukan saat berobat mereka melempar uang
logam 1 sen yang sudah di beri doa.
Untuk nilai budaya yang ada di pantai
grascilia atau sering di sebut pantai air panas tawa dari nilai budayanya
sendiri sejauh ini belum ada tetapi disana hanya ada adat atau budaya dari wisata tersebut yaitu masi terjaga pakaiannya dan
juga orang-orang yang datang kesana harus suci dan bersih dari hal-hal kotor
Untuk potensi berkelanjutan di pantai air
panas tawa/ grascilia ini kata bapak yesaskar iya ingin membangun bak untuk
terapi bagi yang memiliki penyakit karena menurut dari pak yesaskar ada
beberapa warga memiliki penyakit seperti
struk mereka ke pantai grascilia lalu berendam di
air panas tersebut alhamdulillah mereka sembuh, jadi pak yesaskar sendiri ingin
membangun bak terapi dan juga iya ingin membangun vila-vila kecil di seputaran
destinasi
Gambar pantai air panas tawa atau
grazelia
Talaga
Nusa: Wisata
telaga nusa, Telaga ini berlokasi di Jl. Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur,
Kabupaten Halmahera Selatan. Untuk mencapai lokasi, wisatawan dapat menggunakan
kendaraan pribadi atau transportasi umum dari Kota Labuha, ibu kota Kabupaten
Halmahera Selatan. Perjalanan dari Labuha ke Desa Wayamiga dapat ditempuh dalam
waktu sekitar 1-2 jam, tergantung pada kondisi jalan dan moda transportasi yang
digunakan. Tempat ini juga menawarkan pemandangan alam yang inda dan sejuk,
cocok untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam dan melihat gunung
suanggi yang berhadapan langsung dengat wisata ini.
menurut
cerita dari “ibu juhria” warga setempat beliau menceritakan bahwa
dulunya Talaga nusa adalah kebun milik
warga sekitar, kemudian ada warga dari sayoang sedang menebang kayu di bagian gunung yang
sekarang disebut gunung suanggi mereka
menebang pohon dan pohon tersebut di
buang di Tengah-tengah mata air kali atau Sungai sehingga mata air tersebut
suda tidak bisa mengalir seperti biasa dan terjadilah penumpukan air yang terbentuklah Talaga sebelum terjadi kerusuhan pertama di 2001 itu belum jadi telaga masih jadi kebun warga.
telaga nusa itu kebun dari warga sayowan jadi telaga itu juga merupakan sala
satu Lokasi yang termasuk dengan pak
pendeta sehingga pak pendeta
sendiri membangun rumah di dekat Lokasi tersebut dan akhirnya iya berpiikiran
untuk membangun sebuah wisata Talaga yang merupakan milik pribadi.
Dari nilai budaya, bagi
masyarakat wayamiga, telaga ini adalah bagian dari identitas mereka. Cerita
turun-temurun atau legenda lokal tentang asal-usul telaga juga menjadi bagian
dari warisan budaya lisan yang memperkuat ikatan komunitas terhadap
tempat ini.
KALI SWIS: Kali Swis Terletak Di
Desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. menurut
cerita dari pemilik lahan tempat wisata kali swis Pak “Dedi Rawan “menggatakan
awalnya kali swis hanya sebuah aliran Sungai yang terletak di daerah pedesaan
dan mulai di kenal luas sejak bulan September Tahun 2024. Nama dari “Kali Swis”
diberikan oleh pengunjung dari luar daerah karena pemandangan alam di sekitar
kali ini sangat indah, menyerupai suasana di Swis, swis itu pemandangan
disekitar kali seperti rumput pepohonan
jadi di namakan swis.
Awalnya,
Kali ini hanya di kunjungi oleh satu dua orang saja. Namun setelah viral dimedia sosial, tempat ini
mulai ramai didatangi pengunjung, terutama pada malam minggu dam malam tahun
baru. Banyak orang datang untuk berkemah sambil menikmati sejuknya dibawah
pepohonan.
Pemilik
lahan dan masyarakat sekitar awalnya
tidak menyangka bahwa kali swis bisa
mejadi sepopuler ini. Lahan disekitar kali mulai dimiliki sejak tahun 2022,
tetapi baru menjadi perhatian public setelah viral dua tahun kemudian.
Melihat
potensi tersebut, para penggelolah dan pemilik lahan mulai berencana untuk
mengembangkan kali swis menjadi destinasi wisata yang lebih teratur. Rencana
pengembanganyan antara lain: seperti menambah spot foto yang menarik, menambah
wahana pernainan, menyiapkan fasilitas keamanan karena khawatir akan banjir,
membangun jembatan sebagai akses tambahan, pengelolah juga sedang
mempertimbangkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembanggunanan
dan pengelolaan wisata ini agar bisa memberikan manfaat lebih besar bagi
Masyarakat sekitar
ZERO POINT Taman ini terletak di
pulau bacan, Halmahera Selatan, profinsi maluku utara Taman zero point di pulau
bacan, labuha merupakan sebuah taman yang menjadi bagian dari program
pembanggunan labuha sebagai kota cerdas atau smart city.
Zero
point “Titik Nol” yaitu titik dari pusat kota pulau bacan, sementara soal ikon
tugu Burung Bidadari, sebelum di pilih burung bidadari sebagai ikon ada
beberapa hewan yang di pilih salah satunya yakis kenapa yakin tidak di pilih ya
karna yakis memiliki sifat tamak, karna itulah kenapa tidak cocok buat di
jadikan ikon.
Kemudian
ada seorang yang Bernama alfared russel Wallace saat melakukan penelitian di
bacan iya menemukan semioptera wallacii atau yang di kenal dengan nama burung
bidadari. Ini tercantum dalam buku berjudul The Malay A rchipelago yang berisi
tentang rangkuman perjalanan Alfred Russel Wallace di Nusantara pada tahun 1854
hingga 1862.
Jadi
dengan menjadikan Burung bidadari sebagai ikon Zero Point, dengan ini kita
telah membuka jalur pariwisata Sejarah dan pariwisata penilitian flora dan
fauna di kota bacan.
Makna
dari burung bidadari secara umum melambangkan keindahan alam dan keunikan satwa
endemik maluku utara, keberadaannya yang Langkah, budaya, keberhasilan.
BENTENG BARNAVELD Terletak di desa labuha, kecamatan labuha,
kota bacan. Benteng berbentuk segi empat, di lengkapi dengan tembok pertahanan
ini ditempatkan masing- masing sebuah bastion. Selain bastion, di bangun pula
pintu gerbang yang berbentuk melengkung, benteng di perluas dan di lengkapi
sebuah sumur dan sebuah dangga dari batu.
Pada
tahun 1558 bangsa pprtugis datang dan bermukim di labuha, mereka mendirikan
sebuah benteng kecil. Tidak lama bentn g ini di bangun, bangsa spanyol datang
berdagang di benteng ini ali-ali berdagang benteng ini di reput oleh bangsa
spanyol dari portugis. Tahun 1609 laksamana muda Simon Hoen bersama dengan
sultan menuntut ke pada bangsa spanyol agar benteng ini di serahkan kepada
mereka. Tuntutan mereka ini tidak menunggu waktu lama untuk di penuhi, benteng tersebut kemudian di renofasi dan
diperkuat atas gagasan Hoen Lousi Schot
dan jan dirkjzooh. Empat bastion kemudian dibanggun dan menamai benteng ini
Barnavel. Ketika dikuasai Belanda benteng ini di pugar menggunakan batu dan
kapur. Ditenggah -tengah benteng di
banggun sebuah rumah yang kokoh dan atap dari rumput kering dan rungan bawah tanah
dengan dindik setebal satu kaki.s
Di
sekitar benteng di temukan batu parasasti
besar dengan tulisan latin dan di
bagian kanan batu parasasti terdapat
tanda keluarga Pieter Both gubernur jendral pertama voc. Untuk kegunaan
sumurnya untuk msyarakat Ketika berhianat oada Belanda di masukan kedalam
sumur.
Refleksi tim
Daftar
Pustaka:
Damarjati
, D. (2019, Maret Jumat). Pantai di Desa Tawa Berair Panas. pp. 1-6. diakses
dari https://news.detik.com/berita/d-4489598/pantai-di-desa-tawa-berair-panas-kok-bisa